Menakar Masa Depan Gen Z di Tengah Alokasi APBN : DEMA FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar Diskusi Publik
LHOKSEUMAWE — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar Diskusi Publik di Aula FEBI pada Senin (19/10/2026). Forum ilmiah ini mengangkat tema "Uang Negara dan Masa Depan Gen Z: Ke Mana Anggaran Mengalir, Ke Mana Bonus Demografi Dibawa?" sebagai bentuk perhatian kritis mahasiswa terhadap prioritas alokasi anggaran negara di tengah momentum krusial bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Dalam pidato pembukaannya, Dekan mengapresiasi inisiatif DEMA FEBI yang responsif terhadap isu-isu strategis nasional. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moril dan akademis untuk terus mengawal arah kebijakan publik agar senantiasa berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta penguatan kapasitas generasi muda.
Usai pembukaan resmi, diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan dihadiri oleh jajaran akademisi, praktisi, serta mahasiswa. Forum ini membedah secara mendalam keterkaitan antara alokasi Kebijakan Fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan kesiapan pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya Generasi Z yang kini mendominasi angkatan kerja produktif. Para pemateri dan peserta menyoroti bahwa bonus demografi bukanlah modal otomatis menuju kemakmuran tanpa diimbangi ketepatan belanja negara pada sektor-sektor vital, seperti efektivitas pendidikan tinggi, pengembangan keterampilan digital, pembinaan kewirausahaan, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas. Melalui penyelenggaraan Diskusi Publik ini, FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali menegaskan komitmennya sebagai benteng pemikiran akademis yang kritis dan konstruktif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas literasi kebijakan publik civitas akademika serta melahirkan gagasan solutif demi menyongsong pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.