FEBI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar FGD Review Kurikulum, Perkuat Relevansi Lulusan dengan Kebutuhan Dunia Kerja
LHOKSEUMAWE – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review Kurikulum pada Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas kurikulum pendidikan tinggi agar semakin adaptif, relevan, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Iskandar, M.Si. Dalam arahannya, pentingnya evaluasi dan pengembangan kurikulum menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan proses pendidikan di perguruan tinggi berjalan sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia profesional.
FGD ini menghadirkan Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec. sebagai pemantik utama yang memberikan perspektif akademik dan konseptual mengenai pengembangan kurikulum ekonomi dan bisnis Islam. Pembahasan diarahkan pada penguatan substansi keilmuan, penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), pengembangan kompetensi mahasiswa, serta integrasi nilai-nilai syariah dengan dinamika ekonomi dan bisnis kontemporer.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Ph.D., para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta dosen di lingkungan FEBI.
Untuk memastikan kurikulum yang dikembangkan memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan praktis dan perkembangan dunia industri, FGD ini juga melibatkan sejumlah mitra strategis, yaitu perwakilan Bank Indonesia, BCA Lhokseumawe, pihak perpajakan, akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal), serta Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memberikan ruang dialog antara dunia akademik, industri keuangan, lembaga pemerintah, dan dunia profesional. Berbagai masukan diharapkan dapat memperkaya substansi kurikulum, khususnya dalam penguatan kompetensi lulusan di bidang ekonomi syariah, perbankan syariah, akuntansi syariah, serta perkembangan sektor keuangan dan bisnis digital.
Dalam forum diskusi, review kurikulum tidak hanya diarahkan pada evaluasi struktur mata kuliah, tetapi juga pada kesesuaian profil lulusan dengan kebutuhan pengguna lulusan (user needs), perkembangan teknologi digital, perubahan regulasi, serta tantangan industri keuangan dan bisnis. Dengan demikian, kurikulum FEBI diharapkan mampu mengintegrasikan fondasi keilmuan ekonomi Islam, kompetensi profesional, keterampilan digital, dan nilai-nilai etika serta integritas syariah.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi antara akademisi dan mitra eksternal menjadi elemen penting dalam menghasilkan kurikulum yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
FGD Review Kurikulum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif sebagai landasan penyempurnaan kurikulum FEBI ke depan, sekaligus memperkuat posisi fakultas dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam.