Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN SUNA Gelar Webinar Internasional tentang Literasi Keuangan Islam di Era Digital

Lhokseumawe – Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Islamic Financial Literacy in the Digital Era: Empowering Communities Towards Sustainable Prosperity” pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 14.00–16.00 WIB dan diikuti oleh 60 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen.

Webinar ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Lc., M.Sh., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan syariah di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan dan harapan agar kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mencapai perkembangan berkelanjutan. 

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari Australia, yaitu Alfrest Tikoalu dari Flinders University, Adelaide, South Australia; Agung Yoga Asmoro dari Flinders University, Australia; serta Faisal Abdullah, Ph.D. dari Adelaide Institute of Higher Education, Australia. Diskusi dipandu oleh Emira Khalishah Yusdian.

Dalam pemaparannya, para narasumber membahas kritis tentang siapa yang sesungguhnya menikmati manfaat ketika sektor pariwisata tumbuh. Ia menegaskan bahwa literasi keuangan syariah serta pemanfaatan teknologi digital dan AI perlu berjalan seiring dengan tata kelola yang adil dan akuntabel, dan mengusulkan program percontohan 90 hari di Lhokseumawe bersama gampong dan BUMG untuk menguji model pariwisata yang benar-benar menyejahterakan masyarakat lokal. Bapak Faisal dalam paparannya menjelaskan tiga pilar literasi syariah digital, yaitu transaksi yang bebas dari riba, gharar, dan maysir; pembagian risiko dan keuntungan melalui akad mudharabah dan musyarakah; serta pemerataan kesejahteraan melalui zakat dan wakaf digital. Menurutnya, kepercayaan terhadap aplikasi dan literasi digital, kesesuaian dengan nilai agama, serta pengaruh lingkungan sosial merupakan faktor utama yang mendorong masyarakat menggunakan produk keuangan syariah digital, sehingga literasi keuangan syariah menjadi kunci menuju inklusi keuangan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab, ketika peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar pariwisata dan literasi keuangan syariah. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Syariah berharap dapat memperluas wawasan sivitas akademika tentang literasi keuangan Islam, membuka ruang pertukaran gagasan di tingkat internasional, serta memperkuat jejaring akademik FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para narasumber dan sesi foto bersama secara virtual. 

 

 

Share this Post