Dosen FEBI UIN Suna Bahas Konsep Rezeki dalam Al-Qur’an pada Kajian Subuh KASAD
Lhokseumawe, 18 Oktober 2026 — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Tgk. H. Munawar Rizki Jailani, Lc., M.Sh., Ph.D., mengisi Kajian Subuh Ahad (KASAD) ke-137 yang diselenggarakan di Masjid Babul Huda, Panggoi, Lhokseumawe, pada Ahad (18/10/2026). Dalam kajian tersebut, ia mengangkat tema “Konsep Rezeki dalam Al-Qur’an”.
Kajian yang berlangsung setelah salat Subuh ini menjadi ruang penguatan pemahaman keislaman bagi jamaah, khususnya mengenai makna rezeki, ikhtiar manusia, serta pentingnya membangun kehidupan ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dalam perspektif Islam, rezeki tidak hanya dimaknai sebagai harta atau penghasilan, tetapi mencakup berbagai bentuk karunia Allah Swt. yang menunjang kehidupan manusia. Kesehatan, ilmu pengetahuan, keluarga, kesempatan berbuat baik, serta ketenteraman hidup juga merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Melalui pembahasan tersebut, jamaah diajak memahami bahwa keyakinan terhadap ketentuan rezeki dari Allah harus berjalan seiring dengan ikhtiar, kerja keras, doa, dan tawakal. Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha secara sungguh-sungguh, menempuh jalan yang halal, serta menghindari praktik ekonomi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang rezeki juga berkaitan erat dengan etika mencari nafkah, kejujuran dalam bekerja dan berusaha, tanggung jawab terhadap keluarga, serta kepedulian kepada masyarakat. Rezeki yang diperoleh hendaknya tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, sedekah, dan berbagai bentuk kebaikan sosial.
Bagi pengembangan ekonomi syariah, konsep rezeki memiliki relevansi penting karena menempatkan aktivitas ekonomi bukan semata-mata sebagai upaya memperoleh keuntungan material, melainkan juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia. Dengan demikian, produktivitas, keberkahan, keadilan, dan kemaslahatan perlu berjalan beriringan dalam kehidupan ekonomi.
Kegiatan Kajian Subuh Ahad (KASAD) Masjid Babul Huda Panggoi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi menuntut ilmu dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Kehadiran akademisi perguruan tinggi dalam kegiatan keagamaan masyarakat juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara kampus, masjid, dan masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Islam.
Melalui kajian ini, diharapkan jamaah semakin memahami bahwa rezeki bukan hanya tentang seberapa banyak yang diperoleh, melainkan juga bagaimana rezeki dicari, digunakan, dan memberikan manfaat. Pemahaman tersebut menjadi landasan untuk membangun kehidupan yang lebih bersyukur, produktif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberkahan.
FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus mendorong peran dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan literasi ekonomi syariah.