Mahasiswa Perbankan Syariah Dorong Pembaruan Regulasi Perbankan Syariah di Era Artificial Intelligence
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terus mendorong budaya akademik yang responsif terhadap perkembangan zaman melalui pelaksanaan diskusi ilmiah harian mahasiswa. Dalam salah satu forum diskusi yang berlangsung di lingkungan FEBI, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (PBS), yakni Raudatus Syifa, Mauliza, dan Rama Yudhi, mengangkat tema mengenai pentingnya pembaruan regulasi perbankan syariah dalam menghadapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Diskusi tersebut membahas bagaimana transformasi digital dan penggunaan AI dalam sektor keuangan telah membawa perubahan besar terhadap sistem layanan perbankan, termasuk di lembaga keuangan syariah. Menurut para mahasiswa, perkembangan teknologi seperti chatbot, analisis data berbasis AI, smart contract, hingga sistem pembiayaan digital menuntut adanya regulasi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Raudatus Syifa menyampaikan bahwa regulasi perbankan syariah saat ini perlu diperkuat agar mampu mengantisipasi berbagai tantangan baru yang muncul akibat penggunaan teknologi AI dalam transaksi dan layanan keuangan. Ia menilai bahwa prinsip-prinsip syariah harus tetap menjadi landasan utama dalam pengembangan teknologi finansial modern.
Sementara itu, Mauliza menekankan pentingnya integrasi antara inovasi teknologi dan nilai-nilai etika Islam dalam sistem perbankan syariah. Menurutnya, AI dapat memberikan efisiensi dan kemudahan layanan, namun tetap memerlukan pengawasan regulasi agar tidak bertentangan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan perlindungan konsumen dalam ekonomi syariah.
Dalam kesempatan yang sama, Rama Yudhi menjelaskan bahwa perkembangan AI tidak dapat dihindari, sehingga lembaga perbankan syariah perlu mempersiapkan kerangka hukum dan tata kelola yang lebih modern. Ia juga menyoroti perlunya penguatan literasi digital dan pemahaman teknologi di kalangan praktisi maupun akademisi perbankan syariah.
Diskusi harian mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya FEBI dalam membangun tradisi akademik yang kritis, inovatif, dan kontekstual terhadap perkembangan global. Melalui forum tersebut, mahasiswa didorong untuk aktif memberikan gagasan dan solusi ilmiah terhadap berbagai isu kontemporer, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Kegiatan diskusi berlangsung interaktif dan mendapat apresiasi dari civitas akademika FEBI karena mampu menghadirkan perspektif baru mengenai masa depan perbankan syariah di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.