Dosen Ekonomi Syariah Sampaikan Tausiyah “Meramadhankan Hari-hari Pasca Ramadhan” di Lhokseumawe
Lhokseumawe — Kegiatan Syiar Mahabbah Shubuh (SMS) kembali digelar di Masjid Syura, Mns. Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, pada Ahad (29/03/2026) bertepatan dengan 09 Syawal 1447 H. Acara yang telah memasuki pekan ke-618 ini berlangsung khidmat sejak pukul 05.00 WIB hingga selesai, dengan dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, dosen Ekonomi Syariah, Dr. Tgk. Munawar Rizki, MA, bertindak sebagai mubaligh yang menyampaikan tausiyah bertema “Meramadhankan Hari-hari Pasca Ramadhan.” Sementara itu, Tgk. H. Mawardi Jamil bertugas sebagai muadzin dan Tgk. H. Azhari sebagai imam shalat Subuh berjamaah.
Dalam ceramahnya, Dr. Munawar menekankan pentingnya menjaga semangat spiritual yang telah dibangun selama bulan Ramadhan agar tetap hidup dalam keseharian. Ia menyampaikan bahwa Ramadhan bukanlah tujuan akhir, melainkan madrasah ruhani yang harus memberikan dampak berkelanjutan dalam kehidupan seorang Muslim.
“Ramadhan telah melatih kita untuk disiplin dalam ibadah, menahan diri, serta memperbanyak amal kebajikan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu mempertahankan nilai-nilai tersebut setelah Ramadhan berlalu,” ujarnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep “meramadhankan hari-hari” dapat diwujudkan melalui konsistensi dalam ibadah, seperti menjaga shalat berjamaah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat kejujuran dan integritas dalam aktivitas ekonomi dan sosial.
Sebagai akademisi di bidang Ekonomi Syariah, Dr. Munawar juga mengaitkan nilai-nilai Ramadhan dengan praktik ekonomi Islam. Ia menegaskan bahwa prinsip kejujuran (shiddiq), amanah, dan keadilan yang dilatih selama Ramadhan harus menjadi fondasi dalam aktivitas ekonomi umat, termasuk dalam transaksi dan pelayanan publik.
“Jika semangat Ramadhan mampu kita internalisasikan dalam aktivitas ekonomi, maka akan lahir sistem ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Kegiatan Syiar Mahabbah Shubuh ini juga mengusung semangat ukhuwah dan kepedulian terhadap isu-isu umat, yang ditandai dengan pesan solidaritas “Free Palestine” dalam rangkaian acara.
Para jamaah menyambut baik tausiyah yang disampaikan, karena dinilai relevan dan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan sosial pasca Ramadhan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga semangat Ramadhan sepanjang tahun, sehingga nilai-nilai spiritual tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.