GIS FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah dalam Rangka Milad ke-57 Tahun

Lhokseumawe – Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah dengan tema “Meningkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda melalui Pemahaman Lembaga Keuangan, Transaksi Digital, dan Investasi Pasar Modal” pada Rabu (10/6/2026) di Aula FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB tersebut diikuti oleh 97 mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah. Sekolah Pasar Modal Syariah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Milad ke-57 tahun UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman mengenai sektor jasa keuangan, transaksi digital, dan investasi pasar modal.

Acara turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Bapak Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, MA, Ph.D yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa. Menurutnya, perkembangan teknologi dan industri keuangan saat ini menuntut mahasiswa untuk memiliki pemahaman yang baik agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan terhindar dari berbagai praktik keuangan yang merugikan serta tentunya sesuai dengan prinsip – prinsip Islam.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Bapak Dr. Iskandar, M.S.I. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan, transaksi digital yang aman, serta investasi yang bertanggung jawab dan sesuai dengan prinsip syariah.

Ketua Galeri Investasi Syariah (GIS) FEBI, Ibu Uswatun Hasanah, M.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 97 peserta yang seluruhnya berasal dari mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa, mengenalkan berbagai lembaga keuangan yang beroperasi secara legal, memberikan pemahaman mengenai transaksi digital yang aman, serta menumbuhkan minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal sejak dini,” ujarnya.

Sekolah Pasar Modal Syariah menghadirkan tiga pemateri dari lembaga keuangan nasional, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Bank Indonesia (BI).

Pemateri pertama, Safira Salsabila, yang merupakan Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, memaparkan materi mengenai pengenalan OJK, berbagai jenis lembaga keuangan, serta pentingnya kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal. Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri investasi ilegal dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari penipuan di sektor jasa keuangan.

Materi kedua disampaikan oleh Aulia Firdaus, Deputi Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Aceh. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan peran dan fungsi Bursa Efek Indonesia dalam mendukung perekonomian nasional serta mekanisme investasi di pasar modal. Aulia juga menjelaskan tahapan memulai investasi, manfaat investasi jangka panjang, serta peluang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda melalui pasar modal Indonesia.

Sementara itu, pemateri ketiga berasal dari Bank Indonesia, yaitu Irsyad Ikhsan Arrahman, selaku Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe. Ia menyampaikan materi mengenai perlindungan konsumen dalam transaksi keuangan digital serta penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran yang aman, mudah, dan efisien di era digital.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari aktifnya mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber. Berbagai pertanyaan diajukan terkait investasi syariah, keamanan transaksi digital, perlindungan konsumen, hingga cara menghindari praktik investasi ilegal.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini, GIS FEBI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa. Dengan pemahaman yang baik mengenai lembaga keuangan, transaksi digital, dan investasi pasar modal, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas finansial, bijak dalam mengelola keuangan, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi secara produktif dan bertanggung jawab.

Share this Post