Bank Indonesia Beri Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: Dorong Ekonomi Inklusi melalui Penguatan UMKM
Senin, 11 November 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultanah Nahrasiyah sukses menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk “Program BI Mengajar” dengan menghadirkan narasumber utama dari Bank Indonesia (BI), Bapak Prabu Dewanto. Kuliah umum ini berfokus pada topik krusial "Perkembangan Ekonomi Inklusi dan UMKM di Indonesia" dan diikuti antusias oleh peserta dari kalangan mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III, Bapak Dr. Darmadi, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik dan otoritas moneter untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu ekonomi kontemporer. Turut hadir mendampingi jalannya acara adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Bapak Munawar Rizki Jailani, Ph.D beserta Ketua Jurusan Perbankan Syariah, Ibu Juliana Putri, M.E.I. Kegiatan ini juga dihadiri sekitar 200 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sultanah Nahrasiyah.
Dalam paparannya, Bapak Prabu Dewanto menyampaikan bahwa keuangan inklusif merupakan pilar utama dalam upaya mencapai pemerataan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Beliau menggarisbawahi bahwa kunci utama bagi percepatan akses keuangan formal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terletak pada dua aspek fundamental:
- Peningkatan Literasi Keuangan: Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar pelaku UMKM mampu mengelola keuangan dan memahami produk-produk layanan perbankan.
- Pemanfaatan Teknologi Digital: Adopsi teknologi memungkinkan UMKM untuk mengakses layanan keuangan secara lebih mudah, cepat, dan efisien, sehingga memperluas jangkauan pasar dan modal.
"Pentingnya keuangan inklusif tidak hanya untuk meningkatkan akses, tetapi juga untuk memberdayakan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan akses yang lebih luas ke layanan keuangan formal, UMKM akan semakin berkembang, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," ujar Bapak Prabu Dewanto.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan mendorong mahasiswa Perbankan Syariah untuk mengambil peran aktif dalam mendukung implementasi kebijakan ekonomi inklusif di masa depan.